SUARAKU UNTUK NEGERI INI

Kami disini, membutuhkan pemimpin

Dan pemimpin itu, orang yang bijak bagi rakyatnya

Kami disini, membutuhkan pemimpin

Dan pemimpin itu, orang yang tauladan bagi rakyatnya

Kami disini, membutuhkan pemimpin

Dan pemimpin itu, orang yang baik bagi rakyatnya

Tapi…,

Tapi apa yang terjadi pada rakyatmu

Kau naikkan harga BBM

Kau naikkan harga listrik

Naiklah harga bahan makanan

Rakyatmu menderita

Menderita atas tindakan dan keputusanmu

Kami disini, membutuhkan pemimpin

Pemimpin tanpa bualan belaka

Pemimpin yang tahu keadaan kami

Pemimpin yang mampu mengerti kami

Pemimpin yang mau berjalan dan beriringan bersama kami

Membuat rakyatmu sejahtera

Bukan hanya mempersarakan rakyat

AKU SUKA^^

Aku suka susu coklat hangat
Aku suka juga teh hangat
Aku suka rintik hujan
Aku suka hembusan angin hujan yang menerpa tubuhku
Aku suka berada di titik tertinggi kapal
Aku suka suasana jalan malam hari
Aku suka melihat anak-anak kecil bermain
Aku suka cara perhatian papa padaku
Aku suka tidur di pelukan mamaku
Aku suka panggilan sayang yang diberi adikku

Dan,
Semua ada alasan dibalik apa yang aku suka

Makalah Masalah Sosial pada Anak Remaja (Gang)

MASALAH SOSIAL

KENAKALAN REMAJA PADA ANAK GANG DI DAERAH INDERALAYA

 

 

 

Disusun Oleh:

Ariadna Sodi Miranda

NIM 01031281621090

Dosen Pengampu:

Dra. HJ. Rogaiyah, M.SI

 

PROGRAM STUDI ILMU KOMUNIKASI

FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK

TAHUN AJARAN 2016/2017

KATA PENGANTAR

 

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat, taufik, dan hidayah-Nya sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa saya juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berpartisipasi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.

Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.

Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman saya. Saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesbaikan makalah ini.

Inderalaya, 8 Oktober 2016

 

Penulis

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

ii

DAFTAR ISI

 

HALAMAN JUDUL…………………………………………………………………………………………….   i

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………………..   ii

DAFTAR ISI………………………………………………………………………………………………………..   iii

BAB I             PENDAHULUAN…………………………………………………………………………..   1

  • Latar Belakang………………………………………………………………………………………………… 1
  • Rumusan Masalah……………………………………………………………………………………………. 2
  • …………………………………………………………………………………………………………… 2

BAB II                        DATA-DATA DAN DEFINISI KONSEP………………………………………….  3

2.1 Data Primer………………………………………………………………………………………………………  3
2.2 Data Sekunder………………………………………………………………………………………………….  3
2.3 Definisi Konsep………………………………………………………………………………………………..  4

BAB III          PEMBAHASAN……………………………………………………………………………..   6

3.1 Masalah I…………………………………………………………………………………………………………  6
3.2 Masalah II……………………………………………………………………………………………………….   8

BAB IV          PENUTUP………………………………………………………………………………………   10

4.1 Kesimpulan……………………………………………………………………………………………………..   10

DAFTAR PUSTAKA……………………………………………………………………………………………   11

 

 

 

 

 

 

 

 

iii

BAB I

PENDAHULUAN

 

  • LATAR BELAKANG

Dalam perkembangan kehidupan manusia tidak semuanya berjalan dengan baik. Gejala-gejala yang tidak dikehendaki pada  masalah sosial merupakan gejala abnormal atau gejala-gejala patalogis. Yang disebabkan oleh unsur-unsur masyarakat tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya sehingga menyebabkan kekecewaan-kekecewaan dan penderitaan. Gejala-gejala abnormal tersebut yang dinamakan masalah-masalah sosial.

Masalah-masalah sosial tersebut berbeda dengan problema-problema lainnya di dalam masyarakat karena masalah-masalah sosial tersebut berhubungan erat dengan nilai-nilai sosial dan lembaga-lembaga kemsyarakatan. Masalah tersebut bersifat sosial karena bersangkut-paut dengan hubungan antarmanusia dan di dalam kerangka bagian-bagian kebudayaan yang normatif. Dinamakan masalah karena bersangkut-paut dengan gejala-gejala yang mengganggu kelanggengan dalam masyarakat.

Masalah-masalah sosial menyangkut nilai-niali sosial yang mencakup pula segi moral. Karena untuk dapat mengklasifikasikan suatu persoalan sebagai masalah sosial, harus digunakan penilaian sebagai ukurannya. Apabila masyarakat menganggap sakit jiwa, bunuh diri, perceraian, penyalahgunaan obat bius sebagai masalah sosial, masyarakat tersebut tidak semata-mata manunjuk pada tata kelakuan yang menyimpang. Akan tetapi, juga mencerminkan ukuran-ukuran umum mengenai segi moral.

Jadi, setiap masyarakat mempunyai ukuran yang berbeda mengenai masalah sosial. Selain itu, juga dari faktor waktu dan masalah-masalah sosial tidak hanya bersumber pada penyimpangan norma-norma masyarakat, tetapi lebih banyak mengenai susunannya.

Salah satu bentuk dari masalah sosial yang terjadi di dalam masyarakat adalah kenakalan remaja. Kenakalan remaja adalah perbuatan melanggar aturan, hukum, atau norma dalam masyarakat yang dilakukan remaja. Remaja yaitu mereka yang sudah melalui masa kanak-kanak namun, belum sampai untuk dikatakan masa dewasa. Dengan kata lain remaja yaitu masa transisi dari anak-anak ke dewasa. Fakta menunjukan bahwa  semua tipe kejahatan remaja itu semakin bertambah jumlahnya dengan semakin lajunya perkembangan industrialisasi dan urbanisasi. Adanya kenaikan jumlah kejahatan anak remaja dalam kualitas kejahatan, dan dalam peningkatan kegarangan serta kebengisannya yang lebih banyak dilakukan dalam aksi-aksi kelompok dari pada tindak kejahatan individual.

Selanjutnya, gangguan masa remaja menimbulkan penderitaan emosional serta gangguan kejiwaan lain pada pelakunya, dikemudian hari bisa berkembang jadi bentuk kejahatan remaja. Kejahatan yang dilakukan oleh remaja pada intinya merupakan produk dari kondisi masyarakatnya dalam segala pergolakan sosial yang ada di dalamnya kejahatan remaja ini disebut penyakit sosial atau penyakit masyarakat.

 

1

Penyakit sosial atau penyakit masyarakat ini adalah segala bentuk tingkah-laku yang dianggap tidak sesuai, melanggar norma-norma hukum, adat-istiadat, hukum formal, atau tidak bisa diinteggrasikan pada pola tingkah laku umum.

Disebut sebagai penyakit masyarakat karena gejala sosialnya yang terjadi ditengah masyarakat itu meletus menjadi penyakit. Biasanya mereka mengikuti kemauan dan cara meraka sendiri demi kepentingan pribadi, yang dilakukan secara nonkenvensional, tidak umum, luar biasa atau abnormal sifatnya. Perbedaannya yang jelas dalam tingkah-lakunya, yang berbeda dengan karakteristik umum, dan bertentangan dengan hukum, atau melanggar peraturan formal inilah yang menyebabkan remaja berbeda dengan masyarakat kebanyakan.

 

  • RUMUSAN MASALAH

Adapun rumusan masalah yang dibahas dalam makalah ini, yaitu :

  1. Apa yang dimaksud dengan kenakalan remaja dan apa yang dimakasud dengan anak gang jalanan, serta ciri-ciri dan wujud perilaku yang ditimbulkan dalam masyarakat ?
  2. Mengapa hal tersebut bisa terjadi ?

 

  • TUJUAN

Adapun tujuan dalam penulisan dalam makalah ini, yaitu :

  1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kenakalan remaja dan apa yang dimakasud dengan anak gang jalanan, serta ciri-ciri dan wujud perilaku yang ditimbulkan dalam masyarakat lingkungan mereka.
  2. Untuk mengetahui penyabab kenakalan remaja yang terjadi pada anak gang jalanan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

2

BAB II

DATA-DATA DAN DEFINISI KONSEP

    • DATA PRIMER

 

 

Berdasarkan foto diatas dapat kita lihat bahwa disana terdapat beberapa anak gang yang sedang berkumopul membentuk sebuah  lingkaran. Foto ini diambil disamping danau Universitas Sriwijaya, Inderalaya. Anak-anak dalam gang ini pada umumnya mempunyai kebiasaan memakai pakaian yang khas, aneh dan mencolok, dengan gaya rambut khusus, punya lagak tingkah-laku dan kebiasaan khas, suka mendengarka jenis lagu-lagu tertentu, senang mengunjungi tempat-tempat hiburan dan kesengangan, mereka juga mempunyai tempat-tempat khusus sebagai tempat tongkrongan dan markas.

Pada umumnya mereka sena ng sekali mencari gara-gara, membuat jengkel hati orang lain, dan mengganggu orang dewasa serta obyek lain yang dijadikan sasaran barunya.

Dapat kita lihat bahwasannya mereka memiliki mode khusus mengenai apa yang ia kenakan, dengan pakaian berwarna hitam dan rambut yang dipotong jabrik, ada pootongan rambut emo, dan tidak sedikit dari mereka mewarnai rambutnya. Selain itu beberapa dari mereka juga mengenakan tindik dibagian telinga. Biasanya anak-anak ini dapat kita jumpai di daerah Timbangan, depan Hotel Trifika. Namun, terkadang anak-anak gang ini berjalan sama-sama, bergerombolan sekedar untuk mengunjungi tempat-tempat yang ingin mereka kunjungi atau tempat bermain mereka.

Kegiatan yang biasa kita lihat dari anak-anak gang ini yaitu mengamen dari toko ke toko untuk mencari uang, hal ini dilakukannya untuk menambah uang jajan mereka atau sekedar hiburan saja. Beberapa dari mereka memang berasal dari keluarga yang broken home dan banyak dari mereka ada yang tidak bersekolah.

 

  • DATA SEKUNDER

Kenakalan remaja ialah perilaku jahat/dursila, atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka iitu mengembangkan

3

 

bentuk tingkah laku yang menyimpang. (Kartono, 2002:6)

Menurut Fuad Hasan merumuskan kenakalan remaja ialah perbuatan anti sosial yang dialakukan oleh anak remaja yang bila mana dilakukan oleh orang dewasa di kualifikasikan sebagai tindak kejahatan.

Pada pembahasan makalah ini yang akan dibahas adalah kenakalan remaja pada anak gang di jalanan, serta apa ciri-ciri karakteristik mereka sebagai anak gang dan wujud perilaku mereka timbulkan dalam lingkungan sekitar mereka. Berdasarkan golongannya kenakalan remaja pada anank gang ini termasuk penyimpangan secara reaktif yaitu perilaku menyimpang yang berkenaan dengan rekasi masyarakat atau agen kontrol sosial terhadap tindakan yang dilakukan seseorang. Dimana masyaraakat memberikan cap atau tanda (labeling) terhadap si pelaku maka perilaku itu telah dicap menyimpang, demikian pula si pelaku, juga dikatan menyimpang. Dengan demikian apa yang menyimpang dan apa yang tidak, intinya tergantung dari reaksi-reaksi dari masyarakat terhadap suatu tindakan.

Dalam pengertian yang lebih luas tentang kenakalan remaja ialah perbuatan/kejahatan/pelanggaran yang dilakukan oleh anka remaja yang bersifat melawan hukum, anti sosial, anti susila, daan menyalahi norma-norma agama.pada kenakalan remaja dalam artis luas ini, meliputi perbuatan-perbuatan anak remaja yang bertentangan dengan kaidah-kaidah hukum tertulis, baik yang terdapat dalam KUHP maupun perundang-undangan diluar KUHP,dapat pula terjadi perbuatan yang bersifat anti sosial yang menimbulkan keresahan masyarakat pada umumnya, akan tetapi tidak tergolong pidana umum maupun pidana khusus. Adaa pula perbuatan yang bersifat anti susila, yakni durhaka kepada kedua orang tua atau sesaudara saling bermusuhan. Di samping itu dapat dikatakan kenakalan remaja, jika perbuatan tersebut bertentangan dengan norma-norma agama yang dianutnya, misalanya remaja muslim enggan berpuasa padahal sudh baligh, remaja kristen enggan melakukan sembahyang, demikian pula yang terjadi pada remaja agama hindu/buddha.

Selanjutnya, ada kenakalan remaja yang lebih luaas cakupannya dan lebih dalam bobot isinya. Kenakalan remaja tersebut meliputi perbuatan-perbuatan yang sering menimbulkan keresahan dilingkunngan masyarakat, sekolah maupun keluarga. Contoh sederhana antara lain pencurian oleh remaja, perkelahian dikalangan anak didik yang kerap kali berkembang menjadi perkelahian antar sekolah, mengganggu wanita dijalan yang pelakunya anak remaja. Demikian juga anak yang memusuhi orang tua dan sanak saudaranya, atau perbuatan-perbuatan lain yang tercela seperti menghisap ganja, mengedarkan pornografi dan corat-coret tembok pagar yang tidak pada tempatnya.

 

  • DEFINISI KONSEP

Secara umum anak-anak tersebut, dianggap ada dalaam satu periode transisi dengan tingkah-laku anti-sosial yang potensial, disertai dengan banyak pergolakan hati atau kekisruhan batin pada fase-fase remaja. Maka segala kejahatan dan keberandalan yang muncul itu akibat dari proses perkembangan pribadi anak yang mengandung unsur dan usaha menuju kedewasaaan, pencarian suatu identitas diri atau biasa disebut jati diri,

4

 

ambisi yang tidaak terkendali, serta kurangnya disiplin terhadap diri sendiri.

Anak-anak gang ini pada dasarnya memang memiliki kabiasaan memakai pakaian yang khas, aneh dan mencolok, atau kebiasaan khas mereka. Tetapi apa yang terjadi pada anak-anak ini hanya sekedar mencari bentuk pengalihan mereka misal dari liingkungan keluarga yang broken home tadi, untuk mencari rasa aman dan nyaman karena adanya anak-anak lain yang megalami hal serupa seperti dirinya.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5

BAB III

PEMBAHASAN

    • MASALAH I

Menurut Kartini Kartono (2002:6) juvenile delinquency ialah perilaku jahat/dursila, atau kejahatan/kenakalan anak-anak muda, merupakan gejala sakit (patologis) secara sosial pada anak-anak dan remaja yang disebabkan oleh satu bentuk pengabaian sosial, sehingga mereka iitu mengembangkan bentuk tingkah laku yang menyimpang. Juvenile berasal dari bahasa Latin “juvenilis” artinya anak-anak, anak muda, ciri karakteristik pada anak muda, atau sifat-sifat khas pada periode remaja. Sedangkan deliquent bersal dari kata Latin “delinquere” yang berarti terabaikan, mengabaikann, yang kemudian diperluas artinya menjadi jahat, anti sosial, kriminal, pelanggar aturan, pembuat ribut, pengacau, penteror, tidak dapat diperbaiki lagi, durjana, dursila, dan lain-lain.

Sedangkan anak gang merupakan suatu kelompok yang terdiri dari anggota dan memiliki seseorang yang dinamakan pemimpin untuk memimpin anggotanya. Intinya gerombolan anak-anak ini adalah anak-anak normal, namun oleh satu atau beberapa bentuk pengabaian, dan upaya untuk mencari kekurangannya, menyebabkan anak-anak muda ini manjadi jahat. Di dalam kelompok gangnya, mereka merasakan aman terlindungi, sebab dikelompok itu mereka merasa mendapat posisi, merasa diakui, eksis, dan merasa punya harga diri.

Beberapa ciri-ciri karakteristik anak gang, yaitu :

  1. Jumlah angotanya berkisar 3-40 remaja.
  2. Angggotanya lebih banyak anak laki-laki ketimabang anak perempuan.
  3. Pemimpin ada pada anak yang dianggap paling banyak memiliki keunggulan atau kelebihan ketimbang anak-anak lainya.
  4. Hubungan anatar anggota dari longgar hingga intim.
  5. Sering berpindah-pindah tempat.
  6. Tingkah-laku berrsifat episodik, yaitu terpoong-potong,seolah-olah berdiri sediri. Sebab para anggotonya ada yang berperan aktif, pasif, dan ikut-ikutan saja.
  7. Kebanyakan tingkah-laku melanggar hukum yang berlaku dalam masyarakat.
  8. Usia bervariasi.
  9. Memiliki semangat dan ambisi yang kurang lebih sama.
  10. Sering berganti-ganti peranan, sesuai dengan tuntutan dan kebutuhan kondisi dan situasi.
  11. Sikap fanatik dalam mematuhi aturan gangnya sendiri, setia dan loyal terhadap sesama.
  12. Mendapat status dan peranan tertentu sebagai imbalan partisipasinya. Harus mampu menjunjung tinggi nama kelompok. Semakin kejam, kasar, sadis, dan berandalan tingkah-laku mereka, semakin tenarlah nama gangnya, dan semakin banggalah mereka.

 

6

Selain ciri-ciri diatas, mereka juga memiliki perbedaan yang mencolok lagi seperti, struktur intelektualnya, keadaan fisik dan psikisnya, yang terakhir kepribadian perindividu mereka.

Biasanya, dalam keadaan terganggu secara emosional, mereka menjadi lupa daratan. Menjadi tidak sadar atau setengah sadar, sehingga menjadi meledak-ledak, dan sangat agresif, kemudian tanpa berfikir paanjang melakukan bermacam-macam tindak kejahatan. Beberapa wujud kelakuan ini adalah :

  1. Kebut-kebutan dijalanan yang mengganggu keamanan lalu lintas dan membahayakan jiwa sendiri serta orang lainn.
  2. Perilaku ugal-uagalan, brandalan, urakan yang mengacaukan ketenteraman lingkungan sekitar. Tingkah ini bersumber pada kelebihan energi dan dorongan primitif yang tidak terkendali serta kesukaan menteror lingkungan.
  3. Perkelahian antargang, antarsekolah, anttarsuku (tawuran) sehingga kadang-kadang membawa korban jiwa.
  4. Membolos sekolah lalu bergelandangan sepanjang jalan atau bersembunyi di tempat-tempat terpencil sambil melakukan bermacam-macam eksperimen kejahatan.
  5. Kriminaliatas berupa perbuatanmengancam, intimidasi, memeras, maling, mencuri, mencopet, merampas, menjambret, menyerang, merampok, membunuh, mencekik dan lain-lainnya.
  6. Berpesta-pora, mabuk-mabukan, melakukan seks bebas, yang mengganggu lingkungan, perjudian dan taruhan.
  7. Perkosaan dan pembunuhan yang bersifat kekerasan pada wanita.
  8. Kecanduan nnarkotika yang erat dengan pengeadarannya.
  9. Melakukan seks secara terang-terangan. Cinta bebas tanpa kendali.
  10. Homoseksualitas, erotisme anal dan oral, dan gangguan seksual lainya serta tindakan-tindakan sadistis.
  11. Kemersil, pengguguran janin, dan pembunuhan bayi bagi yang tidak menikah.
  12. Tindak radiakal dan ekstrim, dengan cara kekerasan, penculikan, dan pembunuhan.
  13. Perbuatan anti sosial yang disebabkan oleh gangguan kejiwaan psikopatik, psikotik, neurotik, dan gangguan jiwa lainnya.
  14. Tindak kejahatan yang disebabkan penyakit tidur, ledakan meningitis, luka dikepala yang menyebabkan kerusakan mental, sehingga tidak bisa melakukan kontrol diri.
  15. Penyimpangan tingkah-laku disebabkan olehkerusakan pada karakter anak yang menurut kompensasi disebakan organ-organ inferior.

Banyak perbuatan kejahatan remaja tidak dapat diketahui dan tidak dihukum disebakan antara lain oleh : a. Kejahatannya dianggap sepele, kecil-kecilan saja hingga tidak perlu dilaporkan kepada pihak berwajib, b. Orang segan dan malas bila erurusan dengan polisi dan pengadilan, yang terakhir c. Orang merasa takut akan adanya balas dendam. Namun kenakalan-kenakaln remaja ini merupakan gejala yang terus berkembang dan berlangsung secara progressif di era sekarang ini.

7

  • MASALAH II

Kenakaln remaja yang merupakan gejala penyimpangan dan penyakit sosial itu juga dapat dikelompokan dalam satu kelas. Ada beberapa teori mengenai sabab terjadinya kenakalan remaja ini yaitu :

  1. Teori Biologis

Muncul karena faktor-faktor fisiologis dan stuktur jasmaniag seseorang, juga cacat jasmani dari lahir. Kejadian ini seperti : a. Melalui gen pembawa sifat keturunan, b. Melalui pewarisan kecenderungan yang luar biasa (abnormal), c. Melalui pewarisan sifat jasmani yang menimbulkan tingkah laku menyimpang, contohnya cacat jasmani bawaan dan penyakit mental.

  1. Teori Psikogenesis

Menekankan dari aspek psikologisnya atau kejiwaannya. Kenakalan remaja ini merupakan bentuk penyelesaiandari maslah psikologis dan konflik batin dalam menanggapi stimulus sosial dan pola hidup keluarga. Kurang lebih 90% dari jumlah anak-anak ini berasal dari keluarga berantakan (broken home). Kondisi keluarga yang tidak bahagia dan tidak beruntung, yang membuat meraka mencari konpensasi diluar lingkngan keluarga guna memecaahkan kesulitan batinnya.

Akibat kelalaian orang tua dalam mendidik anaknya dan tidak adanya kontrol yang terus-menerus, serta tidak berkembangnya kontrol disiplin diri, ketiga hal tersebutlah yang dengan mudahnya membawa anak-anak remaja pada lingkunagan sosial yang tergabung dalam gang-gang. Lalu mereka belajar melakukan adaptasi terhadap masyarakat secara normal, namun justru beradaptasi terhadamasyarakat yang jahat dan menyimpangdari norma-norma sosial. Selain masalah keluarga, biasanya anak-anak remaja ini juga dibawahh tekananbatin, sakit karena alkohol, bahan-bahan narkotiak, dan gangguan mental tertentu.

  1. Teori Sosiogenis

Penyebab tingkah-laku kenakalan remaja ini murni dari sosiologisnya. Contohnya disebabkan oleh pengaruh tekanan kelompok, peranan sosial, atau status sosial. Maka faktor kultural dan sosial sangat mendominasi. Namun sebab kenakalan remaja tersebut tidak hanya terletak pada lingkungan keluarga dan tetangga saja akan tetapi disebabkan oleh konteks kulturalnya. Maka kenakalan remaja dipupuk oleh lingkungan sekitar yang buruk dan jahat, ditambah dengan kondisi sekolah yang kurang menarik bagi anak bahkan adakalnya justru merugikan perkembangan pribadi anak. Intinya kunci dasar untuk mengetahui penyebab kenakaln remaja ialah dari pergaualan mereka.

  1. Teori Subkultur Delinkuensi

Salah satu bentuk penyebanya ialah aktivitas-aktivitas gang yang terorganisir. Gang remaja itu mengaitkan sistem nilai, kepercayaan/keyakinan, ambisi-ambisi tertentu yang memotivasi timbulya kelompok-kelompok remaja berandalan dan kriminal. Sedang perangsangnya bisa hadiah status sosial, seperti menjadi orang terhormat ditengah kelompoknya. Fakta juga menunjukan, bertambahnya jumlah

8

kenakalan remaja terjadi pada masyarakat dengan kebudayaan konflik tinggi dan terdapat di negara-negara yang mengalami banyak perubahansosial yang serba cepat.

Kejahatan atau kenakalan remaja bergandengan erat sekali dengan kemiskinan. Dicerminkan oleh keadaan ekonomi dan ekologi dari orang-orang yang berasal dari kelas-kelas sosial yang berbeda-beda. Terdapat kesenjangan antara antara sikaya dan simiskin. Hal ini, merangsang terjadinya peningkatan jumlah kenakalan atau kejahatan yang dilakukan oleh anak-anak remaja yang berasal dari stratifikasi ekonomis rendah.

Selanjutnya, dikalangan kelas menengah dan atas banyak remaja yang menggunakn obat perangsang dan minuman alkohol. Kebiasaan ini dihgunakan untuk menghilangkan kejemuan dan kejenuhan, untuk melupakan dan menghilangakan konflik batin sendiri, dan memberikan kegairahan serta keberanian hidup. Kebiasaan ini banyak menimbulkan keributan dan huru-hara massal.

Selain hal-hal diatas yang dapat kita garis bawahi adalah perbadaan pendapat anatara kelas-kelas sosial tersebut akan tetap menimbulkan perilaku remaja yang menyimpang.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

9

BAB IV

PENUTUP

    • KESIMPULAN

Berdasarkan materi diatas yang dapat disimpulkan dari makalah ini yaitu membahas tentang pengertian kenakalan remaja, pengertian anak gang, ciri-ciri kenakalan remaja tersebut, dan wujud perilaku yang ditimbulkan dalam lingkungan sekitarnya, serta beberapa teori penyebab terjadinya kenakalan remaja termasuk yang terjadi pada anak-anak gang.

Jadi, tidak semua apa yang terjadi pada anak-anak gang itu bertindak anarkis, masuk dalam narkotika, atau pergaulan bebas seperti seks bebas. Anak-anak gang diatas hanya sebatas mancari teman yang dianggap cocok atau sesuai dengan mereka, penampilan mereka memang terlihat mencolok namun anak-anak gang diatas tidak membuat kerusushan. Meskipun mereka berasal dari keluarga broken home ataupun tidak bersekolah.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

10

DAFTAR PUSTAKA

 

Soekanto, Soerjono.2010.Sosiologi Suatu Pengantar.Jakarta: Rajawali Pers.

 

Kartono, Kartini.2002.Patologi Sosial 2 Kenakalan Remaja.Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

 

Sudarsono.2004.Kenakalan Remaja.Jakarta: PT Rineka Cipta.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

11

Pandanglah

Dunia bisa dibilang world,

bila seseorang mengatakannya dalam bahasa yang berbeda

Aku dibilang tak sama dengannya,

karena aku dengan dia memang berbeda

Tanah Jawa memang tanah kelahiranku,

bukan berarti ku intimidasikan pulau lain

Kami dari Jawa sedangkan mereka dari Sumatera,

tetapi tidak menutup kemungkinan kita tetap satu

Dengan bangsa yang sama, bangasa Indonesia tercinta

Lihatlah wahai generasi bangsa,

pandanglah dunia betapa luasnya negeri tercinta

Berbagai bahasa, suku, agama, dan budaya,

yang terikat pada sebuah kata Bhineka Tunggal Ika

Bukankah ini sebuah bukti,

bila kita memang satu

Tapi tengoklah barang sebentar

Pantaslah kita malu,

malu pada semboyan negeri ini

Dengan apa yang terjadi,

pada negeri kita saat ini

Bedakan Aksi dengan Demo!!

Pada era sekarang ini banyak masyarakat yang tidak tahu-menahu perbedaan antara aksi dengan demo. Jika dilihat aksi dengan demo itu memang terlihat sama. Sama-sama menunjukkan bentuk protes terhadap isu-isu dan permasalahan sosial namun, yang membedakannya adalah caranya. Dimana masyarakat melakukan protes baik melalui dunia maya maupun terjun langsung ke jalan. Yang menjadi pertanyaannya, apakah kalian wahai mahasiswa peka terhadap hal ini?

Aksi merupakan sikap yang dilakukan seseorang untuk mewujudkan gejolak emosi yang mereka miliki. Aksi juga tidak harus berkoar-koar dan cenderung lebih damai dan teratur. Belajar, bekerja, berfikir, berkomentar, diskusi itu semua adalah contoh dari aksi. Pada dasarnya aksi itu bergerak dengan berfikir dahulu mencari letak permasalahan, langkah konkret, dan solusi dari masalah tersebut.

Sedangkan Demo atau Demonstrasi  adalah protes yang dilakukan secara massal. Dapat dikatakan demo merupakan suatu gerakan yang dilakukan dengan menyampaikan sesuatu sebagai bentuk protes terhadap suatu isu atau permasalahan sosial yang terjadi. Jadi kalau aksi tidak harus berkoar-koar kebalikannya dengan demo, demo  harus berkoar-koar untuk menyampaikan aspirasi mereka di depan umum, dengan tujuan mereka bakal menerima pendapat kamu. Berakhir dengan ricuh dan bentrok dan terlihat lebih anarkis dibandingkan aksi.

Demo merupakan bagian dari Aksi, tetapi tidak sebaliknya. Contohnya ketika seseorang sedang mempersiapakan UTS hal ini adalah salah satu bentuk aksi belajar bukan demonstrasi. Contoh lain, ketika orang-orang yang melakukan demo di depan gedung DPR, maka mereka melakukan apa yang disebut aksi demonstrasi. Jadi saat kita melakukan Aksi, maka belum tentu kita melakukan Demo, karena Demo merupakan salah satu bentuk Aksi.